BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM
Minggu, 23 Mei 2010
Bolehkah wanita memakai parfum yang aromanya tercium oleh orang lain ????
“Setiap wanita mana saja yang memakai wangi – wangian lalu berjalan melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau wanginya itu, berarti dia telah berzina.” ( HR. Ahmad, An – Nasa’i, Abu Dawud, dan Tirmidzi)
Perbedaan antara parfum pria dan wanita ; parfum pria tercium aromanya tetapi tidak tampak warnanya. Sebaliknya, parfum wanita, tidak tercium aromanya tetapi tampak warnanya.
Dari Abu Hurairah r.a dia berkata : “ Parfum pria adalah yang tercium aromanya dan tidak tampak warnanya, dan parfum wanita adalah yang tampak warnanya dan tidak tercium aromanya.” (HR. Tirmidzi dan An – Nasa’i)
Dari Imran bin Hushain, dia menceritakan, Rasulullah saw telah bersabda :
“Ketahuilah, parfum pria adalah yang tercium aromanya dan tidak tampak warnanya. Sedangkan parfum wanita adalah yang tampak warnanya dan tidak tercium aromanya.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Sebagian perawi mengatakan : “Yang demikian itu jika dipergunakan di luar rumah, tetapi jika sedang berada di sisi suaminya, maka di boleh memakai parfum sekehendak hatinya.
Dari Abu Hurairah r.a dia menceritakan, Rasulullah saw telah bersabda :
“Setiap wanita mana saja yang mengenakan bau wangi, maka hendaklah di tidak mengerjakan shalat isya’ bersama kami.” (HR. Muslim)
Kembalikan ia ya Robbi...
Dia mengisi hari, ia menjadi pedorong kala kaki ingin terhenti disela hari, ia menjadi penawar kala uji menghiasi disela hari, ia menjadi peneduh kala murka menguji disela hari, ia menjadi penggugah kala lelah mengisi disela hari.
Aku namakan ia si.................................................................“KOMITMEN SEJATI”
Kini aku merasa sepi dan sendiri, ia telah berpaling dari diri. Karena diri begitu lemah tuk mempertahankannya di hati. Ia telah pergi karena kelalain diri, ia telah pergi karena tergoda nafsu duniawi.
Dimana kutemukan dia ya Robbi.... ??
Rasanya hati terlalu lemah tuk mengejar, kaki terlalu kaku tuk melangkah, lidah terasa kelu tuk memanggil.
Bantulah diri agar ia bangkit kembali.....
Selasa, 04 Mei 2010
UKHTI...........
Ingin hati sedikit berbagi...
Ukhti...
Hidup ini ternyata tak seindah yang kita jalani
Ada banyak aral yang menghalang,
Ada banyak duri yang menakuti....
Ukhti...
Diri ini terus merangkak,
Merangkak dan merangkak untuk gapai tujuan hakiki...
Entah lusa atau esok hari,
Masihkah ku bisa bertahan diri ???
Selasa, 27 April 2010
Cintailah ia Karena-Nya Semata
Jika engkau mencintai seseorang benar – benar murni karena kecintaan yang sejati, maka engkau tidak akan pernah memandanganya dari apapun kecuali dari keimanan dan hati.
Jika engkau mencintainya karena hanya mengharapkan cinta hakiki, maka engkau tidak akan pernah merasa lelah dan marah kala ia menguji hati.
Jika engkau mencintainya bukan karena nafsu duniawi, maka engkau tidak akan pernah memandangnya dari kelebihan yang ia miliki.
Jika engkau benar – benar mencintainya karena yang Maha Penyayang, engkau tidak akan pernah berharap balasan kasih sayang darinya, tapi engkau hanya berharap balasan kasih sayang dari yang Maha Memiliki kasih sayang.
Jika engkau mencintainya karena Robbnya, kecintaanmu padanya tidak akan pernah berkurang kala engkau mengetahui kekurangan pada dirinya.
Jika engkau mencintainya karena mengharapkan balasan kasih sayang darinya, maka engkau tidak akan pernah mendapatkan kasih sayang yang murni.
Jika engkau mencintainya karena kelebihannya, maka engkau akan kecewa kala engkau melihat kekurangannya.
Jika engkau mencintainya karena nafsu duniawi, maka engkau akan mendapatkan dirimu dalam kekecewaan yang tinggi kala dia menguji hati.
CINTAILAH IA KARENA-NYA, MAKA ENGKAU AKAN MENDAPATKAN KETENANGAN DALAM HATI.......
Sabtu, 10 Oktober 2009
Laa Takun Dho'ifan
Usai pelajaran B.arab aku langsung kembali ke asrama karena tumpukan bajuku sudah menunggu untuk disetrika.
Baru saja beberapa helai baju kerapikan, tiba-tiba ada pesan pendek masuk ke ponselku. setelah kubuka, ternyata dari ketua umum organisasi yang saat ini sedang kugeluti. awalnya dia menanyakan perkembangan SDM di divisi akhwat yang memang dipimpin olehku. ujungnya dia mengeluhkan problem yang ada di SDM ikhwan, yang akibatnya jadi problem tersendiri buatnya, sehingga dia merasa lemah buat menjalaninya.
Itulah kita.... mungkin tidak seberapa perjuangan dan kepedihan kita dalam mengarungi jalan juang ini di bandingkan para pejuang terdahulu. Tapi kita gampang sekali mengeluarkan sebuah pernyataan LEMAH.
Setelah itu, selang beberapa jam kemudian, ada akhwat yang menelpon, dan mengeluhkan hal yang sama pula.....
Aku merenung...Robb, ada pelajaran apa sebenarnya yang ingn Kau sampaikan pada hamba?
"Aku lemah...." kata-kata itulah yang disampaikan mereka.
Rasa lemah, rasa lelah mungkin kadang kita rasakan, karena memang pada dasarnya kita memiliki sifat demikian.
"Allah hendak memberikan keringanan padamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah." (Qs. An - Nisa: 28)
Sesunguhnya Allah adalah Dzat yang tidak pernah megingkari janji juga Maha Adil. Ketika Dia menciptakan sifat dasar manusia yang lemah, maka Dia pun berjanji akan memberikan keringanan pada manusia.
Yakinkah kita dengan janji Allah?
Jika kita seorang mukmin, sudah tentu hal itu tidak usahlah dipertanyakan lagi.
Tapi, kenapa masih ada orang yang merasa lemah padahal janji Allah itu nyata akan adanya? jawabannya ialah karena manusia sendiri tidak senantiasa mensyukuri apa - apa yang dialami dan dirasakannya. Sehungga dari lisannya keluar kata - kata keluhan yang membuat hati kita itu tidak bisa bernafas lega, dan sugesti negatif pun menguasai jiwa hingga akhirnya kita merasa lemah.
"Sungguh manusia diciptakan bersifat suka mengeluh, dan apabila ditimpa kesusahan, dia berkeluh kesa, dan apabila mendapat (harta) dia kikir, kecuali orang - orang yang melaksanakan shalat." ( Qs. Al - Ma'arij: 19 - 22 )
Siapakah orang yang melaksanakan shalat itu?
yaitu orang - orang yang yajin dengan ketentuan dan janji Allah. Sehingga bersikap lemah itu tidak seharusnya terjadi pada seorang mukmin.
"Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi derajatnya jika kamu orang beriman." ( Qs. Ali - Imron: 139)
Ya Robb, inikah jawaban dari do'a - do'a hamba ketika diri senantiasa meminta kekuatan dari-Mu dalam menjalani hidup yag tidak begitu mudah dilalui.... Allohu a'lam
Rabu, 11 Juni 2008
Dimana Saudaraku Rabb...??
sepi dari kebenaran
sepi dari orang-orang yang selalu menjaga kesucian
Diri didunia serasa sendiri,
tiada sahabat yang menemani,
kecuali semilir angin segar yang menyapu lembut wajah,
dan suara-suara binatang malam
yang bersahutan seolah menghiburku
Rabbi,
Begitu banyak saudaraku...
seiman ! sesujud ! selafadz ! sekiblat !
Tapi mengapa hari ini aku merasa sendiri ??
Amat... sepi...
dimana mereka semua Rabbi...?
Kudatangi rumah mereka, terkunci !
letih...kucari tiada jumpa,
akupun pulang pada-Mu
ya. letihku bermuara disini.
dalam isak disela sujudku, aku merajuk pada-Mu
Bandung. Mei 2005
Hanya Untuk Rabb-ku
betapa kerdilnya diri dimata-MU Illahi.
Kucoba tuk lebur segala dosa dari keangkuhan dalam hidup,
Dan kusesali diri, mengapa harus terjadi ?
Rabbi,
Kekhusyuanku entah dimana,
Saat Kau seru, aku tidak menyahut,
seakan aku ini tuli.
Kusadar, dakwah adalah kewajiban,
namun ku hanya menyambutnya sekali-kali,
itupun tidak penuh kesungguhan
Butakah engkau wahai jiwaku ??
ditengah umat dalam kubangan kemaksiatan dan kekufuran,
kumasih berkutat dengan kepentingan sendiri.
Rabbi,
Bila demikian, layakkah diri memasuki firdaus-Mu ??
Layakkah diri terhindar dari adzab-Mu ??
Berhakkah diri Engkau panggil dengan sapaan mesra,
Ya...Ayyatuhannafsul Muthmainnah ??
Rabb, ampuni segala khilafku,
satu hal yang harus terpatri dalam hidup ini selamanya,
Hanya Engkau ya Rabb, yang menjadi tujuan hidup,
dan kutahu, hanya diri-Mu yang berkuasa atas diri,
tiada satupun yang dapat menandingi kebesaran-Mu
Yang Merindu-Nya,